Selasa, 04 Maret 2008

Catatan Harian Ibu Guru Rina

Dua minggu kedua

Senin, 18 Februari 2008
Upacara bendera
Tentunya itu kegiatan pembuka setiap hari Senin bagi anak sekolahan. Dah lama banget gak makan bangku sekolahan (sekarang kan makanannya bangku kuliahan, hHe…), jadi kangen juga sama upacara bendera. Tapi, yang dulunya cuma jadi peserta upacara, anggota paduan suara, pasukan belakang (pasukan PMR skul yang biasanya standby di barisan paling belakang dan teduh), atau pelaksana upacara (walau sejak SD-SMA pernah jadi dirigen, MC, anggota pasukan pengibar bendera, atau pembaca teks UUD 1945, yang disebut terakhir itu dulu benar" melekat sama aku. Mungkin kalau lihat wajahku bisa dibaca susunan kalimat dari teks UUD 1945 kali lah, hHe…), sekarang sudah berdiri di barisan guru". Kan sekarang ceritanya aku jadi ibu guru, hHe… Jadi kangen saat" jadi pembaca teks UUD 1945 dan suasana upacara bendera zaman" SMA.

Selasa, 19 Februari 2008
Hari ini hari pertama (bu) Cicik ngajar. Kami megang dua kelas. Kalau hari Selasa jadwalnya adalah jam 3-4 di kelas 7H dan jam 7-8 di kelas 7G. Rule playnya, (bu) Cicik mengajar dua minggu (KD 4.1 Peta, Atlas, dan Globe - 8 JP), aku mengajar selama dua minggu kemudian (KD 4.2 Sketsa dan peta wilayah - 4 JP dan KD 4.3 Kondisi Geografis dan Penduduk - 4 JP), terakhir (pak) Daniel mengajar selama dua minggu setelah aku (KD 4.4 mengenai atmosfer dan hidrosfer - 8 JP). Satu orang bertindak sebagai guru praktikan dan dua orang sebagai observer.
Jangankan siswa, kelas 7 SD (SMP kelas 7 maksudnya) lagi! mahasiswa saja susah diatur kalau di kelas. Begitulah yang kami temui. Walau Bu Atik sesekali mendampingi (yang pasti untuk dua kali pertemuan beliau tetap hadir di kelas), tetap saja mereka susah diatur. Yang kasihan (bu) Cicik. Soalnya walau sudah full volume, suaranya tuh kalah nyaring dengan kegaduhan para siswa. Tapi walau nyebelin, di hari pertama ngajar ini ada saja kelakuan siswa yang bikin kita terhibur. Mereka cukup antusias menerima pelajaran. Contohnya Haikal dari kelas 7H. Ditunjuk ataupun gak untuk menjawab pertanyaan tetap saja dia ngomong, walaupun gak ditanggapi sama (bu) Cicik. Ada juga yang selalu ingin ditunjuk menjawab pertanyaan walau sebenarnya dia gak bisa menjawab pertanyaan yang diberikan. (bu) Cicik pun resmi menjadi bu dana-u, begitu sapaan para siswa 7H gara" dia mengucapkan kata danau dengan dana-u saat menjelaskan simbol area pada peta. Semoga sampai akhir kegiatan pembelajar mereka tetap antusias untuk belajar dan menimba ilmu pengetahuan dari kami, para guru" PPL yang masih perlu banyak belajar untuk menghadapi berbagai kondisi siswa. Amin.

Kamis, 21 Februari 2008
Enak banget yap kalau setiap piket kayak hari ini. Gak ada tugas alias gak ada kelas yang kosong karena ditinggal gurunya mengerjakan kesibukan lain. Hari ini aku gak ada kelas juga. Jadi, nganggur d! Kabar baiknya c perpust SMPN 13 Malang tercinta yang jadi base camp kami ini dapat tambahan beberapa buku best seller. Walau sebenarnya buku" itu sudah lama beredar bahkan ada yang difilmkan, tapi tetap diminati. Apalagi banyak warga sekolah ini yang belum membacanya. Termasuk guru" PPL yang di dalamnya termasuk aku. Buku" best seller itu apalagi kalau bukan buku"nya Andrea Hirata (tetralogi Laskar Pelangi) dan Habiburrahman El Shirazi (Ayat" Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, dkk).
Kalau AAC aku memang sudah baca (juga Pudarnya Pesona Cleopatra). Tapi yang Laskar Pelangi belum satupun. Jadi sambil menemani anak" PPL AP menyampuli buku" itu, aku ambil satu. Novel yang pertama, Sang Pemimpi. Setelah dibaca, baru satu bab sudah terasa rasa sesal di dadaku. Kenapa gak dari dulu yach aku beli/sekedar baca, pinjam dari kawan buku ini?! Asli, keren banget!! Kisahnya sedih, lucu, mengharukan, keren abis d!! Aku sampai hanyut terbawa kisahnya. Dia keren banget mendeskripsikan ceritanya. Novel itu juga mengandung unsur geografi yang digambarkan dengan lugas. Aku juga jadi teringat dengan anak" dan kondisi kecamatan beserta desa"nya tempat aku KKN di Banyuwangi dulu yang kisahnya kurang lebih seperti itu (walau di sana gak ada perusahaan tambang skala internasional/benteng yang kentara memperlihatkan strata sosial masyarakatnya).
Hari ini aku dan (pak) Daniel pulang cepat. Kami harus packing buat keberangkatan kami ke Yogyakarta ntar malam. Planningnya c naik bus coz dari Malang gak ada rute kereta api menuju Yogyakarta (padahal aku pingin merasakan naik kereta api tut tut tut, siapa hendak turut…). (bu) Cicik, sori ya coz besok (bu) Cicik harus masuk kelas sendirian. Insya Allah Selasa kami sudah bisa menemani (bu) Cicik lagi di kelas. Anak", jangan nakal yach sama (bu) Cicik…
Akhirnya aku menginjakkan kaki lagi di kota gudeg setelah beberapa kali gagal, setelah hampir tiga tahun lamanya. Yogyakarta, I’m coming… :)

Selasa, 26 Februari 2008
Gara" tadi Subuh aku baru sampai di Malang (dari Yogyakarta) dan suhu AC di dalam mobil travel berjenis L300 yang kutumpangi disetting dingin banget, akhirnya sampai kost aku tewas! Padahal hari ini au harus masuk sekolah karena dispensasiku berlaku hanya sampai kemarin. Niat awal ingin telat masuk sebentar supaya bisa tidur dulu pun kebablasan karena saking kecapekannya yang seharusnya aku harus observasi jam 8:50 WIBdi kelas VII H. Ternyata, jam 8:40 WIB aku baru terbangun. (bu) Cicik bahkan meninggalkan satu SMS buat aku yang berisi
"Rin, kamu hari ini masuk gak?"
Akupun langsung bersiap pergi ke sekolah. Untungnya ada baju yang siap kugunakan untuk PPL. Kalau gak, harus makan waktu lagi d untuk nyetrika pakaian. Duh, (bu) Cicik, sori banget ya diriku harus meninggalkanmu mengajar sekali lagi :"( Untung (bu) Cicik baik hati, jadi dia pun memaklumi setelah kuceritakan sebab-musababnya (kalau sampai si Rong" alias Chibi Maroko chan alias Cicik tau, bisa ge-er banget nih!hHe…).
Aku pun akhirnya menemani (bu) Cicik lagi mengajar di kelas VII G. Masih bandel… saja murid"ku di kelas ini. Adit, daniel, dkk masih susah diatur. Baik untuk belajar maupun untuk gak bercanda/mengganggu ketentraman kelas saat pelajaran berlangsung. Mungkin aku harus sedikit tegas sama mereka saat giliranku mengajar nanti, yang akan dimulai hari Selasa, minggu depan.
Jam pelajaran hari ini dipersingkat karena guru" akan mengadakan rapat. Jadi hari ini bisa pulang cepat. Otakku pun langsung mengarah pada dua pikiran. 1) ke kampus menemui Kepala Jurusan Geografi, Pak Prof. Edy Purwanto untuk menanyakan apakah aku bisa mendapatkan pembimbing II secepatnya ataukah aku akan bernasib sama dengan kawan"ku yang sebelumnya judul mereka sudah disetujui tiba" saat mengajukan permohonan untuk mendapatkan pembimbing II sama beliau disuruh untuk mencari judul baru atau mencari alternatif lain bagi kelangsungan skripsi mereka alias harus mengerjakan proposal skripsi yang sudah bolak-balik dikonsultasikan dengan dosen pembimbing I dari nol lagi?!
Duh bapak, bukannya membuat kelancaran bagi studi mahasiswanya agar cepat lulus malah membuat mahasiswanya terpuruk, malas mengerjakan skripsi, down (akibat komentar"nya yang sadis dan menjatuhkan), dan berujung pada lambatnya penyelesaian studi di jurusan Geografi kita yang tercinta ini. Gak mau melihat kami cepat jadi sarjana yach, Pak?! Kalau gitu bapak harus belajar sama Pak T untuk menghitung jumlah biaya yang sudah dikeluarkan ortu kami selama masa studi kami ini. Makin lambat kami selesai makin besar jumlah biaya yang harus dikeluarkan. Biaya pendidikan sekarang mahal banget loh, Pak. Kasihanilah kami. Kasihanilan ortu kami. Kasihanilah para penguasa yang bukannya menambah jumlah anggaran negara untuk pendidikan malah memangkasnya. Jangankan kami, bapak pun pasti tahu kalau bapak gak bisa sesempurna seperti yang bapak mau.

Rabu, 27 Februari 2008
Bagaimana ya caranya agar siswa selalu antusias dalam mengikuti pembelajaran yang kita berikan?! Itu PR berat bagi para guru PPL, bahkan mungkin juga bagi para guru sebenarnya (bahkan yang sudah lulus sertifikasi). Sedikit ketidakantusiasan mulai kutangkap dari wajah siswa"ku, baik di kelas VII G maupun VII H.
Ah, bagaimana pun juga aku harus berusaha menghidupkan antusiame mereka. Apalagi misiku untuk menanamkan ajaran bahwa pelajaran geografi itu sangat penting bagi kehidupan mereka bertambah kukuh setelah kongres IMAHAGI kemarin menghasilkan sebuah pernyataan sikap dari para mahasiswa geografi. Pernyataan sikap bahwa potensi yang dimiliki bangsa Indonesia, baik SDA, SDM, keanekaragaman hayati, serta keanekaragaman suku bangsa, bahasa, dan budaya dapat kita pertahankan jika bangsa Indonesia melek geografi. Oleh karena itulah pemahaman akan geografi, terutama yang berkaitan dengan geografi Indonesia sangat penting untuk ditanamkan sedini mungkin sehingga generasi penerus bangsa Indonesia peduli akan lingkungannya serta cinta tanah air dan negara (mulia kan misiku dan misinya IMAHAGI?! Of course lah, hHe…).
Jam istirahat II bantu" piket perpust coz banyak banget siswa yang pinjam buku. Yang dipinjam apalagi kalau bukan buku" best seller kayak AAC yang besok primier di 21 dan laskar pelangi (pantas aku cari di rak buku sudah gak ada. Aku harus beli nih kayaknya. Lagian buku itu kisahnya memang ok banget c!). Senang deh melihat mereka suka baca buku. Buku kan jendela dunia, tempat untuk menuangkan pikiran atau berimajinasi pula, terlepas apakah buku itu bergenre komik, anime, novel, buku pelajaran, dll.
Jam ke 8-9 aku menemani (bu) Cicik piket sekolah. Kami harus memberikan tugas yang ditinggalkan Bu Ruth buat siswa" kelas VII A. Kami pun menunggui mereka selama pelajaran berlangsung. Namanya anak kelas 7 SD (SMP kelas VII maksudnya), bandel dan sifat susah diaturnya masih terlihat. Tapi untunglah mereka cukup mudah dihadapi (walau aku sempat meninggikan nada suaraku saat menegur beberapa siswa yang bikin keributan, hHe…^.^v). Aku sih lucu saja saat salah satu anak yang susah diatur kuperhatikan terus-menerus. Dia merasa gitu kalau dia selalu kuperhatikan. Tengsin dan dan salting gitu d jadinya karena setiap gerak-geriknya sealu kuawasi. Aku suka saja, soalnya wajahnya lucu. Imut gitu d walau kelakuannya s4 bikin aku kesal :) Trus ada juga satu siswa (cowok) yang kudatangi karena dia melamun. Akhirnya dia jadi perhatian dan nurut gitu deh sama aku. Bahkan dia sempat bilang kalau aku tuh guru yang imut. hHa, diriku c dipuji begitu ya terbang melayang sampai ke langit ke tujuh lah saking ge-ernya. Aku juga sempat sedikit berbincang dengannya dan kawan"nya. Tapi gak tahu d apa setelah aku berlaku cukup galak di kelasnya dia masih menganggap aku guru imut. Walau cuma menunggui kalian (gak ngajar di kelas kalian), nice to be ur teacher childs :)

Kamis, 28 Februari 2008
Alhamdulillah, hari ini seperti minggu lalu. Gak ada kelas yang harus diisi oleh guru piket karena gak ada guru yang sibuk/hal lainnya. Yach walau dampaknya seharian jadi boring banget karena gak ada kerjaan. Pelariannya apalagi kalau bukan majalah" dan buku" yang ada di perpust. Tapi karena kami sudah lama berada di perpust ini, rasanya buku" yang menarik bagi kami sudah dibaca. Mulai dari majalah Gaul, Kartini, Aneka Yess, Ensiklopedia, sampai Koran Pendidikan, Alkisah, dan Hidayah. Apalagi yang harus dibaca?! Bete banget kan?!

Jum’at, 29 Februari 2008
Pagi ini sama seperti jum’at" sebelumnya. Hanya ada olahraga voli yang diikuti oleh dewan guru. sedangkan kami? Berhubung ibu" PPL gak ada satu pun yang bisa main voli, jadi hanya main pukul dan lempar bola voli di pinggir lapangan. Beruntung aku bisa meminjam bola basket ke pak guru olahraga. Aku akhirnya bisa main basket dengan Pak Genta, Bu Kurnia, dan beberapa siswa. Tapi berhubung lapangan basket jadi satu dengan lapangan voli, kami hanya mendapat sedikit sekali tempat untuk memantulkan bola basket kami. Tapi gak apalah, yang penting bisa main basket :)

Tidak ada komentar: